Warga Menilai Kondisi GMM Sudah Baik

Berdasarkan jajak pendapat ygang kami selenggarakan secara mandiri dari tanggal 19 hingga 29 April 2016 lalu, warga GMM menilai bahwa kondisi GMM saat ini sudah cukup baik. Namun, perlu pembenahan lebih baik lagi untuk menghadirkan perumahan yang aman, nyaman, bersih, dan sebagainya.

RT Responden.png

Profil Responden

Sementara itu partisipasi/keterlibatan warga dalam kegiatan RW umumnya juga cukup baik.  Kondisi ini harus dijaga untuk menghadirkan kondisi GMM yang kondisif.

Penilaian warga terhadap kondisi GMM yang baik juga berkorelasi dengan  tidak terbacanya kekurangan-kekurangan program RW yang lalu secara masif, artinya kekurangan terdapat di sana-sini tidak terfokus di salah satu aspek, namun semua hal yang ditanyakan berpotensi menjadi penyebab keberhasilan maupun kegagalan program RW.

penilaian warga.png

Keterlibatan warga juga menjadi faktor kondisi GMM saat ini dan harus ditingkatkan ke depan, karena masih ada warga yang sama sekali tidak pernah terlibat dalam kegiatan kewargaan. Walau pun secara umum keterlibatan warga sudah ada.

keterlibatan warga.png

Mengenai prioritas program yang harus diadakan oleh pengurus RW yang akan datang, warga menilai ada 3 prioritas teratas yang perlu digarap yakni perbaikan fasilitas jalan (penerangan jalan), pembuatan taman, penyesuaian iuran, pembuatan rumah kompos, serta penambahan personil keamanan. Prioritas ini kami yakini terkait dengan kenyamanan dan keamanan warga GMM.

Prioritas RW.png

Adapun isu-isu yang berkembang yang harus menjadi perhatian pengurus RW (berdasarkan pertanyaan terbuka) adalah:

  1. Kebersamaan, kerukunan warga
  2. Perbaikan fasilitas umum seperti jalan, taman bermain, sarana olahraga, penataan sempadan sungai
  3. Pengelolaan sampah yang masih belum sempurna
  4. Keamanan warga
  5. Sertifikat rumah

Mengenai perlu tidaknya lembaga pendamping Pengurus RW, mayoritas warga berpendapat perlu adanya badan/dewan penasehat RW, namun adanya dewan/badan pengawas nampaknya perlu dikaji lagi karena hanya setengah responden yang menanggap perlu. Sementara adanya dewan/badan pembina diangap perlu.

lembaga warga.png

Selanjutnya ada saran/masukan untuk pengurus RW terpilih yang akan datang, antara lain:

  1.  Pengurus RW yang solid, dekat dengan warga.mengenal permasalahan GMM.
  2.  Perlu sosialisasi program yang lebih ke pada warga
  3. Merangkul semua pihak
  4. Perbaikan infrastruktur RW terutama jalan
  5. Menciptakan GMM yang aman, nyaman, bersih dan hijau di tengah keberagaman warga.
  6. Pelaporan keuangan yang transparan

Terakhir, kami menghadirkan pertanyaan siapa yang akan dipilih warga jika sekarang pemilu RW, maka hasilnya sebagai berikut:

poling ketua RW

NB. Data jajak pendapat dapat dilihat di : https://www.surveymonkey.net/results/SM-BFC9G86S/ dengan memasukkan kata kunci “gmmmaju2016”

Masjid Ramah Anak

Sanlat Anak GMM

Seringkali anak-anak tidak diharapkan kehadirannya di masjid. Alasannya mereka selalu membuat kegaduhan, membuat ibadah (orang tua) tidak khusyu’ dsb. Ada pula masjid yang terang-terangan melarang membawa anak-anak masuk ke masjid. Orang dewasa pun tidak segan-segan menghardik anak-anak yang “mengganggu” ibadah. Padahal justeru karena anak yang sholeh lah kita para orang tua bisa beroleh pahala… Do’a anak yang sholeh akan terus sampai ke kita. Oleh karena itu, yuk kita hadirkan masjid/mushola yg ramah anak…kita arahkan anak-anak sejak dini cinta masjid agar kelak hatinya selalu tertambat di masjid. ‪#‎MasjidRamahAnak

 

Jadilah kita orang yang baik

AyoNgaji

#AyoNgaji. Dalam dunia ilmu, kita diberi pilihan untuk menjadi guru, menjadi pelajar,  menjadi pendengar ilmu, atau menjadi pecinta ilmu. Apa pilihan kita? mau jadi apa kita? … Khusus mengenai Al-Quran, ada hadits yang mengatakan, “Sebaik-baik manusia di antara kamu adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari). Yuk kita ngaji, menjadi orang-orang yg berilmu dan beramal dengan ilmu. wallahu a’lam

Berbekallah….

Kita pengembara

Fa Aina Tadzhabun?” ….Hendak kemana kalian (kita) akan pergi?

Kita akan pergi menuju ke sebuah titik berhenti dan tak akan kembali. Pintu gerbang keabadian yang bernama kematian. Jalan menuju ke sana ada 2 jalur…fujur (keburukan) dan taqwa (kebaikan). Lalu jalan manakah yang akan kita tempuh? Sahabat, berbekallah!…..dan sebaik-baik bekal adalah TAQWA.

 

Membangun Umat, Membangun Bangsa (bag. 2)

Berikut ini adalah pokok-pokok pikiran kami mengenai DKM, keindonesiaan, maupun sikap kami menghadapi perbedaan.

Peran DKM dalam Membangun Peradaban Umat

Fungsi masjid bukan hanya sebagai tempat ibadah (ritual/mahdhah), namun juga sebagai tempat pembinaan dan pemberdayaan umat. Untuk itu masjid perlu dikelola dengan manajemen yang rapi, berorientasi pelayanan jamaah, serta berkontribusi bagi kebangkitan umat. Peran masjid perlu diaktualisasikan kembali sebagai pusat kegiatan umat (Islamic Centre) yang memberikan pengaruh signifikan bagi masyarakat yang ada di sekitarnya. Masjid sebagai sarana dakwah dan pusat informasi Islam, pendidikan dan pembinaan, pengembangan ekonomi umat, seni dan budaya Islam serta kegiatan sosial lainnya. Pada akhirnya semua kegiatan tersebut dihadirkan sebagai upaya memakmurkan masjid dan menjadikan masjid sebagai destinasi umat dalam memenuhi dahaga spiritual,

Untuk re-aktualisasi peran ini, perlu dukungan berbagai pihak, bukan hanya para pengurus DKM, tapi juga jamaah, tokoh masyarakat, dan pemerintah. Dengan demikian pengurus DKM menjadi sangat penting dan sentral dalam mewujudkan peran besar tersebut. Komitmen dan kompetensi para pengurus DKM menjadi faktor kemajuan DKM. Pengurus DKM harus menjadi pelayan jamaat, sebagai fasilitator, motivator, aktivator maupun kontributor yang paling utama dalam memakmurkan masjid, dan lebih jauh sebagai pilar pembangunan peradaban umat di masyarakatnya.

Karena perannya yang strategis dalam membangun umat, maka seyogyanya pengurus masjid adalah orang yang pertama kali harus menjadi contoh bagaimana memakmurkan masjid. Kami berharap orang-orang yang menjadi takmir masjid adalah orang-orang beriman yang mencintai masjid, mampu mengelola sumberdaya masjid serta menjadi selalu mendawamkan shalat wajib berjamaah di masjid tersebut.

“Hanyalah yang memakmurkan Masjid-masjid Allah ialah orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, serta tetap mendirikan shalat, menunaikan zakat dan tidak takut (kepada siapapun) selain kepada Allah, maka merekalah orang-orang yang diharapkan termasuk golongan orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. At-Taubah : 18)

 

 

 

Islam dan ke-Indonesiaan

Islam yang saya yakini adalah sebuah tuntunan hidup (Way of life) yang sempurna dari Allah yang saya yakini juga diturunkan kepada para Nabi sejak Nabi Adam hingga Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril. Islam yang saya yakini adalah ajaran yang bersumber dari Al-Quran dan Hadits yang dibawa oleh Nabi Muhammad sebagai nabi akhir zaman. Singkatnya Islam yang saya yakini mencakup aspek Aqidah, Ibadah dan Muamalah yang bersumber dari Rasulullah Muhammad SAW yang disampaikan risalahnya turun-temurun oleh ulama-ulama pewaris nabi hingga sampai ke Indonesia.

Saya meyakini bahwa Negara Indonesia berdiri di atas tetesan darah para syuhada umat Islam. Para ulama, kyai, santri, dan umat Islam pada umumnya dahulu telah membebaskan nusantara (bumi Allah) dari penjajahan kaum kafir. Maka dari itu bagi saya menjadi Islam di Indonesia adalah kesatuan yang tidak terpisahkan. Sehingga pada akhirnya saya katakan bahwa membangun umat, pada dasarnya juga membangun bangsa. Karena umat Islam adalah pemilik sah republik ini.

NKRI sendiri adalah sebuah konsensus hidup bersama semua komponen bangsa yang dicanangkan oleh para founding fathers, dengan Pancasila sebagai rumusan “hadiah” Umat Islam bagi bangsa Indonesia. Jadi, keberislaman tidak layak dibenturkan dengan ke-Indonesiaan.

Keberagaman sebagai keniscayaan, perbedaan menjadi rahmat, perpecahan sebagai bencana, dan konflik sebagai kontruksi pengetahuan

 

Manusia pada awalnya berasal dari bapak dan ibu yang sama, Nabi Adam dan Siti Hawa, lalu Allah menjadikan manusia bersuku-suku dan berbangsa-bangsa. Sebagaimana ditegaskan Al-Quran :

“Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu di sisi Allâh ialah orang yang paling takwa di antara kamu. Sesungguhnya Allâh Maha mengetahui lagi Maha Mengenal” (QS. Al-Hujurat : 13).

Ayat ini menyatakan bahwa keberagaman (pluralitas adalah keniscayaan manusia). Namun, tidak lantas kita menjadi penganut “Pluralisme”. Semua agama/isme sama.

 

Selanjutnya, manusia hidup dengan perangkat hidup (suku cadang) yang asasi dari Allah berupa fisik (jasad), pikiran, dan juga rohani yang berbeda-beda pula sesuai pengalaman hidupnya. Perbedaan ini menjadi rahmat jika dimanfaatkan untuk melengkapi kekurangan masing-masing. Namun, perpecahan adalah sesuatu yang kami benci. Apalagi sebagai muslim adalah bersaudara dengan muslim lainnya, sehingga haram sesama muslim berselisih tanpa sebab yang dibenarkan.

Sikap kami terhadap perbedaan dalam masalah furu’ (cabang agama) adalah diperkenankan dan sikap kami adalah bertoleransi, tidak memaksakan kehendak dan menghormatinya. Sedangkan dalam masalah pokok (aqidah), sikap kami adalah mengembalikan kepada ketentuan Al-Quran dan Hadits sesuai dengan ajaran Ahlus Sunnah wal Jamaah.

Adapun konflik, adalah ketidak sesuaian antara keinginan dnegan harapan masing2 pihak, ada yang ditimbulkan karena persinggungan kepentingan, maupun perbedaan pandanga. Menurut hemat kami, seharusnya ini dipandang sebagai cara Allah membuat kita menjadi lebih dewasa dan menjadikannya konsrtuksi pengetahuan baru untuk menjalin pemahaman dan membangun kesepakatan yang berlanjut pada kerjasama atas hal-hal yang kita sepakati.

 

 

Penutup
Bagi kami pemilihan ketua DKM ini menjadi sarana kami untuk mengajak warga muslim dan memotivasi diri kami sendiri untuk sama-sama bersatu dan peduli bahwa sebagai muslim itu saling bersaudara, dan segala tantangan yang dihadapi kaum muslimin di GMM menjadi tanggung jawab bersama. Persatuan umat menjadi prioritas kami sejak awal, oleh karena itu segala daya upaya akan kami curahkan untuk mewujudkannya demi tegaknya Kalimatullah di bumi tempat kita berpijak, khususnya di lingkungan GMM. Akhirnya kami memohon ampunan kepada Allah SWT atas kesalahan dan kekhilafan kami. Semoga proses yang kita jalani mendapat keridhoan Allah SWT. Mari kita beramal bersama, membangun umat membangun bangsa. Hasbunallah wa ni’mal wakiil, ni’mal maula wa ni’man nashiir.

 

Depok, 11 Maret 2016

Al-faqir ilallah,

 

Setiawan Eko Nugroho, ST, MSi

GMM G1 No.2 / HP. 082117393220

Membangun Umat, Membangun Bangsa (bag. 1)

Secuil pemikiran untuk kemajuan DKM Al-Iman GMM

A. Pendahuluan

Perkembangan zaman akibat perkembangan IPTEK yang demikian dahsyat dewasa ini telah membawa dampak positif berupa“kemudahan hidup”, dan berbagai fasilitas hidup yang bersifat materi. Di sisi lain, perkembangan IPTEK juga menjadikan dunia “semakin sempit”. Kejadian di New York dapat dengan cepat diketahui di Depok. Kemunculan Lady Gaga misalnya, di dapat diakses di GMM seketika juga. Fenomena semacam ini secara langsung maupun tidak langsung mempengaruhi manusia dalam level individu, keluarga maupun komunitas baik dari sisi materi maupun immateri. Sebagai muslim, kita harus mengambil manfaat dari globalisasi ini namun senantiasa waspada dan membentengi diri dari segala dampak negatif yang ditimbulkannya

DKM sebagai elemen masyarakat muslim dengan masjid sebagai pusat kegiatannya memiliki peran dan tanggung jawab yang makin strategis dalam dunia yang dinamis ini. Generasi muda yang paling dikhawatirkan terkena dampak globalisasi harus menjadi perhatian serius dari DKM. Sementara para orangtua perlu disadarkan pentingnya membangun ketahanan keluarga. DKM Al-Iman bersama keluarga-keluarga muslim di GMM harus menjadi aktor utama dalam menangkal dampak negatif, sekaligus memberikan pembinaan yang berkesinambungan sesuai dengan tuntunan Al-Quran dan Hadits.

Melihat kondisi umat dan peran strategis DKM tersebut, kemudian dipadukan dengan kegelisahan dan tanggung jawab kami sebagai muslim menjadikan kami terpanggil “turun tangan” untuk berkontribusi beramal memperbaiki kondisi umat, dan memajukan kualitas muslim khususnya di lingkungan GMM, terutama dalam aspek mental dan spiritual.

GMM sebagai perumahan yang baru berkembang dengan mayoritas penghuni merupakan kaum pendatang (urban), dan komposisi terbesar dihuni oleh keluarga muda muslim, maka kehadiran institusi keagamaan menjadi penting. Bukan hanya menghadirkan bangunan fisik masjid/mushola untuk ibadah 5 rawatib dan ibadah-ibadah ritual, tapi juga perlu ditingkatkan dengan pembinaan mental dan spiritual umat Islam.

B. Konsep dan Strategi

  • Visi dan Misi

Visi:

DKM Al-Iman menjadi wadah pemersatu umat dengan melakukan perbaikan atas fungsi pelayanan, pembinaan dan pemberdayaan umat dengan mengedepankan akhlaqul karimah serta berkontribusi bagi masyarakat luas .

 

Misi:

  • Menata DKM agar dapat memberikan pelayanan yang lebih baik umat Islam warga GMM khususnya
  • Membina umat menjadi umat yang seimbang baik aspek spiritual (ruhiyyah), aspek mental (fikriyyah) maupun aspek material (jasadiyah),
  • Memberdayakan dan mensinergikan potensi umat Islam di GMM
  • Mempersatukan umat Islam khususnya Jamaah Al-Iman

 

C. Nilai dan Asas Operasional

Nilai Dasar -merujuk nilai-nilai profetik/kenabian:

  • Shiddiq – Kebenaran
  • Amanah – Kejujuran
  • Fathonah – Kecerdasan (Intelektual/spiritual)
  • Tabligh – Transparansi

Asas dasar dan operasional:

  • Berpijak pada nilai-nilai Al-Quran dan As-Sunnah dalam bingkai Ahlus Sunnah wal Jamaah
  • Beramal dengan pijakan prinsip-prinsip Iman – Islam – Ihsan.
  • Persatua umat Islam, menguitamakan persatuan umat daripada kepetingan pribadi dan golongan
  • Pengambilan keputusan berdasar musyawarah
  • Partisipatif, melibatkan semua komponen jamaah
  • Kekeluargaan, memandang Umat Islam dan Jamaah Al-Iman sebagai satu keluarga besar
  • Gotong-Royong, membangun Al-Iman bersama-sama
  • Toleransi atas perbedaan cara pandang dalam masalah cabang (furu’) ibadah

 

D. Strategi dan Sasaran

Strategi:

  • Menata DKM Al_iman menjadi organisasi yang rapi, sehat dan dinamis
  • Membangun kesadaran berjamaah di kalangan umat Islam di GMM.
  • Melibatkan semua komponen umat (baik laki-laki/perempuan, tua/muda) dalam memakmurkan Al-Iman
  • Kerjasama/kemitraan dengan elemen masyarakat di dalam dan luar GMM
  • Memelihara lingkungan masjid yang nyaman untuk beribadah dalam aspek kebersihan, keamanan, ketertiban, keindahan dan semangat kekeluargaan

Sasaran:

  1. Meningkatkan kemampuan pengurus DKM dalam pengelolaan masjid secara professional
  2. Tersedianya dana & sarana untuk kegiatan pengelolaan masjid
  3. Terciptanya jalinan komunikasi yang baik antara anggota jama’ah masjid dan lingkungan masyarakat sekitar masjid
  4. Meningkatkan kemampuan ekonomi jama’ah masjid dan masyarakat lingkungan masjid
  5. Meningkatnya pemahaman para jama’ah masjid dan masyarakat lingkungan masjid dalam peningkatan kualitas iman, ilmu, amal serta akhlaq
  6. Meningkatkan peran serta jama’ah & masyarakat lingkungan masjid dalam upaya kemakmuran dan pemeliharaan masjid

 

E. Program dan Kegiatan

 

Program dan Kegiatan:

  1. Penataan Organisasi
    • Penyusunan aturan kelembagaan DKM (AD/ART)
    • Pengurusans aspek legal formal kelembagaan
    • Pengelolaan kemandirian keuangan
  2. Pengembangan dan pemeliharaan Infrastruktur masjid
    • Pengelolaan asset masjid (pendataan, pemeliharaan, pemanfaatan, pendayagunaan) termasuk pengurusan Ijin Pemanfaatan Ruang dan Ijin Mendirikan Bangunan rumah ibadah
    • Pengembangan bangunan masjid yang ramah lingkungan, ramah anak dan perempuan (Desain dan pembangunan #MasjidHijau)
    • Pemeliharaan sarana-prasarana masjid
  3. Peningkatan Kapasitas Takmir Masjid
    • Pelatihan Manajemen Masjid
    • Pelatihan Penyelenggaraan jenazah
    • Pelatihan Imam Masjid
    • Pelatihan Khutoba
  4. Pelayanan Jamaah
    • Penyelenggaran shalat berjamaah di masjid
    • Penyelenggaraan Qurban
    • Layanan Ziswaf (zakat, Infak, Shadaqah, wakaf)
    • Pengembangan dan pengelolaan sistem Informasi masjid (web, social media, majalah dinding)
    • Pelayanan Pengurusan Jenazah
    • Pemeriksaan Kesehatan Jamaah
  5. Pembinaan Umat
    • Bimbingan ibadah mahdah (wudhu, shalat)
    • Bimbingan membaca Al-Quran #HalaqahAlQuran
    • Kursus Bahasa Arab
    • Kajian dan Bimbingan Keislaman #KajianSubuh
    • Majelis Taklim Kaum Ibu
    • Majelis taklim kaum Pria #KajianSubuh (taklim fil masjid)
    • Pembinaan anak dan pemuda (pembentukan wadah Pemuda Masjid)
    • Olahraga dan Rihlah Jamaah
    • Peningkatan Perekonomian Jamaah (kewirausahaan)
    • Pelatihan/training peningkatan skill jamaah
    • Santunan Dhuafa dan anak yatim #SantunanYatim
  6. Kemitraan dan Kemasyarakatan
    • Membangun jejaring antar DKM se GDC #SubuhKeliling
    • Menjalin komunikasi dengan DMI, MUI, Pesantren dan lembaga2 Islam
    • Menjalin silaturahim dengan para ulama, dan umaro
    • Berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kemasyarakatan di sekitar GMM.
  7. Syiar (kampanye) Keumatan dan Keislaman

Di antara syiar yang akan kami gelorakan adalah : #AyokeMasjid, #TiadaHariTanpaAl-Quran, Gerakan #1821, #PejuangSubuh, #AyoNgaji, #AyoSedekah, #MasjidHijau, #MasjidRamahAnak

 

F. Slogan/Tagline

Kami menhadirkan slogan untuk menginspirasi kami dan juga mengajak umat Islam GMM sbb.:

“Beramal bersama, membangun umat membangun bangsa”

 

 

 

Kini hadir buku “Urban Farming ala Indonesia Berkebun”

Saat ini kota menjadi tempat tujuan banyak anak bangsa. Baik untuk tinggal, mencari ilmu, maupun – terutama untuk mengadu nasib.  Arus urbanisasi menjadikan kota-kota menjadi semakin sesak oleh penduduk dan , dan semakin berat menanggung beban akibat daya dukung sumber daya alam dan lingkungannya makin berkurang.

Kota Depok yang terlahir di tahun 1999, hasil pemekaran Kabupaten Bogor saat ini dihuni tidak kurang dari 2 juta orang yang mendiami 11 Kecamatan. Tentu saja lahan terbuka menjadi semakin berkurang, termasuk lahan untuk bercocok tanam.

buku urbanfarmingNah, Ide urban farming (pertanian kota) dimaksudkan untuk menghadirkan ketersediaan pangan bagi warga kota. Ya, kota bisa jadi tempat produksi pangan juga, tanpa mengandalkan ketergantungan dari desa (rural area).Tentu saja, pendekatan berkebun di kota menyesuaikan dengan segala keterbatasan di kota. Seperti keterbatasan lahan disiasati dengan teknik menanam vertikal (vertikultur), bertanam tanpa tanah (semisal hidroponik, akuaponik, maupun aeroponik), bertanam di atap rumah atau gedung (roof top garden), dan sebagainya. Continue reading

1 Maret 2015: Jelajah 3 Situ Depok

jelajah sepeda 1 maret 2015Sobat, Depok kota yang kutinggali sejak tahun 79 punya banyak lokasi yang masih asri lho.. Nah, Ahad 1 Maret lalu kami berempat menyempatkan diri mengayuh sepeda kami menyusuri 3 situ, yakni Situ Cilodong, Situ Jatijajar dan Situ Sidamukti (Situ Studio Alam TVRI). Situ-situ yang indah, bukan hanya sebagai tempat resapan air, harusnya juga bisa jadi sarana wisata yang menarik.

IMG-20150301-WA0003  IMG-20150301-WA0007  IMG-20150301-WA0008